Langsung ke konten utama

Review dan Sinopsis Drama ALICE (2020); Mencari Pembunuh Menggunakan Perjalanan Waktu



Akhirnya tamat juga drama bertajuk time travel yang belakangan bikin beban kepalaku seperti ditimpa berton-ton besi ini. Hahaha sedikit lebay sih perumpamaannya, tapi kalau membuat penonton pusing itu, benar. 

Alice dibintangi oleh Joo Won, aktor manis berlesung pipi sebagai Park Jin Gyeom. Drama ini menjadi comeback nya pasca menjalani wajib militer. Dia beradu akting dengan Kim Hee Seon; aktris senior berwajah menyenangkan sebagai Yoon Tae Yi. Serta Kwak Si Yang sebagai Yoo Min Hyuk, aktor Oh My Ghost yang karakternya kali ini berhasil jadi scene stealer.


SINOPSIS

Tahun 2050, teknologi berkembang sedemikian canggih. Manusia bisa melakukan perjalanan waktu--atau yang akrab disebut sebagai time traveling--, baik ke masa depan ataupun masa lampau. Untuk melakukannya dengan aman, mereka harus melalui lubang cacing (wormhole) dan dengan mematuhi aturan Alice; organisasi struktural penggagas perjalanan waktu. 

Kejayaan teknologi ini terguncang saat ditemukannya Kitab Nubuat. Tersebar rumor bahwa buku itu memuat kabar tentang akhir perjalanan waktu. Alice mengirim dua staf ahlinya; Yoon Tae Yi dan Yoo Min Hyuk ke tahun 1992 dalam misi mengambil buku itu di tangan seorang profesor. 

Yoon Tae Yi dan Kitab Nubuat

Misi berhasil dilaksanakan meski menyisakan tragedi. Sang profesor terbunuh oleh pihak lain yang juga menginginkan Kitab Nubuat. Sedangkan anak perempuannya mengalami PTSD setelah melihat sang ayah dibunuh di depan mata. 

Sementara itu, Tae Yi baru mengetahui dirinya hamil. Min Hyuk menyuruhnya untuk mengugurkan kandungan sebab mereka harus kembali ke Alice dan melewati lubang cacing penuh radiasi lagi yang akan membahayakan janin. Tae Yi mengiyakannya, tapi dia kemudian berpisah jalan dengan Min Hyuk, saat kekasihnya itu mengalihkan perhatian polisi yang hendak menangkap mereka. 

Park Jin Gyeom

Dia memutuskan tinggal di tahun 1992 dan melahirkan anak laki-laki: Jin Gyeom. Karena sempat terkena radiasi, Jin Gyeom mengalami kelainan di otak yang membuatnya tidak bisa merasakan emosi. Tae Yi membesarkannya dengan penuh tanggung jawab, hingga kemudian dia terbunuh tiba-tiba. Jin Gyeom akhirnya memutuskan menjadi polisi untuk menemukan pembunuh sang ibu. 

Baca juga: Review The King Eternal Monarch; Einstein dan Romansa

REVIEW

Setelah nonton TKEM, aku bersyukur Alice menyajikan teori time travel-dimensi ruang dengan lebih ringan. Wah, asik nih nggak terlalu pusing kayak TKEM. 

Setidaknya begitu di paruh awal durasi drama. Tapi menginjak beberapa episode terakhir, Alice sudah nggak sesantai itu. Sampai menjelang ending teka-tekinya menjadi bertambah rumit, yang sayangnya tidak dibarengi dengan eksekusi plot cerita secara apik. Ya, banyak plot hole disana sini. 

Ada pula beberapa karakter yang tidak diberikan porsi lebih banyak untuk mengembangkan diri dan membuat cerita lebih menarik. 

Seluruh cerita hanya dipusatkan di konflik Jin Gyeom-Tae Yi, yang sekali lagi, sayang sekali, membuat Alice terasa bertele-tele. Yang sebetulnya, penyelesaian konflik ini dapat dipadatkan lagi. Barangkali jumlah episode nya bisa hanya 12 episode seperti satu dua drama belakangan ini wkwkwk. 

Lee Da In as Kim Do Yeon

Kenapa aku bilang sayang sekali?

Sebab para aktor, chemistry antar pemain, sinematografi, ost nya sudah sangat layak diacungi jempol. Plotnya di awal-awal episode menjanjikan. 

Meski tipis-tipis, romansa Min Hyuk-Tae Yi cukup bikin baper berkepanjangan. Jin Gyeom yang berwajah datar tapi selalu emosional kalau ingat ibunya. Do Yeon yang meski di awal menyebalkan karena berisik, tapi sampai akhir tetap di sisi Jin Gyeom. 

Adapula program perjalanan waktunya Alice, yang mengantarkan orang-orang yang ingin memperbaiki masa lalu. Kasus-kasus kriminal yang berusaha dipecahkan Jin Gyeom dkk. Suasana thriller dan aksi yang seru. Quote-quote kehidupan diantara adegan dan awal episode yang aku suka banget. 

Satu dua teori ilmiah yang bikin penonton tambah tahu seperti kucing Schrodinger; mencari ruang rahasia dengan asap; drone tanpa baling-balingnya Alice. Jika konsep sci-fi ini lebih banyak dibahas dibandingkan dengan hanya mengandalkan Kitab Nubuat, sepertinya bakal jadi nilai tambah. 

Lalu apalagi kalau karakter Min Hyuk yang tampak luar keras dan tegas, tapi ternyata lembut hati jika menyangkut orang-orang tersayangnya ini diberikan lebih banyak screentime. Ah sudahlah, aku nggak mau mengingat doi lagi. Rasanya seperti mengulang kehampaan setelah menonton Mr. Sunshine. 

Yoo Min Hyuk

Selama ini memerhatikan akting Kwak Si Yang di Chicago Typewriter, Oh My Ghost dan Fight for My Way, tampaknya ini karakter doi yang paling melekat di benak. Sepertinya aku akan menonton drama atau film nya yang belum kutonton dan menunggu proyek terbarunya. 

Jjang! 

Baca juga: Mr. Sunshine; Drama Korea Rasa Film

DRAMA'S CORNER

Drama: Alice

Revised romanization: Aelriseu

Hangul: 앨리스

Director: Baek Soo-Chan

Writer: Kim Kyu-Won

Network: SBS

Episodes: 16

Release Date: August 28 - October 24, 2020

Runtime: Friday & Saturday 22:00-23:10

Genre: Sci-fi, Roman

Streaming: VIU, Kocowa


Salah satu ost Alice yang paling kusuka. Berjudul The Star, dinyanyikan oleh Onestar.





Komentar