Langsung ke konten utama

Review DESIGNATED SURVIVOR 60 DAYS; Ketika Tak Ada Presiden dan Aparatur Negara


Kali ini dunia k-drama dihadiahi drama bertema politik dan pemerintahan berjudul Designated Survivor: 60 Days. Kalo langganan nonton Netflix pasti ga asing sama judulnya. Yap, drama korea ini adalah remake dari versi Amerika dengan judul sama. Mengudara di awal Juli menggantikan Abyss, DS direncanakan tayang dengan 16 episode tiap senin dan selasa malam. 

Jajaran pemainnya sendiri terdiri dari para senior di dunia peran KorSel. Ji Jin Hee yang beberapa waktu sebelumnya menjadi suami melankolis di Misty, didapuk sebagai pemeran utama. Lalu ada Heo Jun Ho, aktor veteran yang review aktingnya sudah pernah kubahas di postingan Come and Hug Me bareng Jang Ki Yong. Kang Hana, salah satu pemain di Scarlet Heart Ryeo bareng IU dan Lee Jun Ki. Dan ada bonus oppa ganteng, Lee Joon Hyuk (:D) yang dulu jadi jaksa tegas di City Hunter bareng Lee Min Ho. 


PLOT
DS bercerita tentang peristiwa pengeboman Gedung Majelis Nasional Korea Selatan. Saat itu Presiden dan para Menteri sedang mengadakan konferensi terkait pakta perdamaian KorSel-KorUt, misi yang sudah lama diidam-idamkan akan tercapai. Tapi belum sempat pertemuan itu rampung, ledakan bom kemudian meruntuhkan gedung. Peristiwa yang layak masuk sebagai bencana nasional, sebab tidak ada yang selamat dari pengeboman itu, termasuk pak Presiden sendiri.

Hanya satu orang yang berhasil selamat saat itu, sebab tidak mengikuti konferensi. Menteri Lingkungan Hidup, Park Mu Jin (Ji Jin Hee). Beberapa jam sebelum kejadian, Presiden memecatnya dari jabatan menteri gara-gara Park Mu Jin menolak tunduk pada titah. 

Terlepas dari kesedihan, pemerintahan harus tetap berjalan. Dan sesuai hukum serta protokol pemerintahan, Park Mu Jin--yang surat pemecatannya belum disahkan--diangkat sebagai Presiden Interim (sementara), karena hanya ia satu-satunya menteri yang selamat. Ia menyandang kewajiban sebagai pemimpin, sampai pemilu diadakan. Maka dimulailah kisah jatuh bangunnya Park Mu Jin menyesuaikan diri dengan titel Presiden dan semua permasalahan kenegaraan, termasuk mencari dalang dari pengeboman itu.


REVIEW 
Dari awal rilis poster dan teaser, aku udah menduga drama ini bakal seru. Dan ternyata anggapan itu ga salah, karena DS emang bikin nagih. Kita bakal dibawa belajar tentang pemerintahan. Dari protokol kenegaraan dan aturan-aturan hukum, suasana kerja di Gedung Biru (Istana Kepresidenan) nya Korea, percaturan politik di negara demokrasi yang Indonesia juga punya. Dan  tegang sekaligus penasaran ngikutin agen-agen Badan Intelijen Nasional (NIS) nyari pelaku pengeboman. 

Pelakunya ini kerjanya rapi, sistematis dan misterius. Saking rapinya, jadi saat setiap potongan fakta disajikan oleh sang penulis naskah, bikin kita saling curiga, bahkan terhadap orang terdekat presiden sekalipun! Sumpah, misteri ini yang bikin penonton ketar-ketir dan harus nyiapin mental buat terima siapa penjahat sesungguhnya.

Meski pola di beberapa episode nya kadang monoton (prolog-masalah yang bikin deg-degan-penyelesaian) dan sempat bikin aku bosen, komedi serta bumbu romance yang dibubuhkan di tengah cerita berhasil bikin betah nonton. Para pegawai Gedung Biru yang kadang bisa kocak di tengah seriusnya pekerjaan, romance-nya agen NIS; Na Gyeong-Kim Jun-O, dan kisah cinta segitiga antara kepala staf Cha yang ganteng sekaligus gemesin-Bu Jung-dan jubir Kim. Emang ya, kalo ga ada bunga-bunga cinta di drama itu ga manis :D

Dan begitu nyelesain endingnya, exactly aku ga terlalu kaget kalau ternyata penjahat sesungguhnya beneran orang paling deket sama presiden. Ga ada kejutan, dan berasa udah aja gitu. Soalnya di episode berapa gitu, clue nya udah terang benderang. Tapi chakka-nim dengan sabar masih ngajak kita muter otak dulu nyelesain masalah satu persatu hingga potongan teka-tekinya lengkap, baru deh diungkap beneran penjahatnya.

Baca juga: Review Hotel del Luna; Drama Hits dari Segala Aspek

SPOILER
Baiklah, kutulis aja deh soal VIP yang digadang-gadang di drama ini, biar mengurai kebingunganku awkwk.

Jadi dulu si mr Kim diutus ke Korut sebagai mata-mata Korsel, tapi pada akhirnya dia dikhianati sendiri sama negaranya. Makanya dia ngajukan protes bareng yang senasib sama dia, dan saat itu pengacaranya adalah pak Han. Dari situlah mereka saling kenal.

Dilatarbelakangi oleh maksud yang berbeda-beda; pak Han ga puas sama pemerintahan presiden Yang Jin Man yang dinilai ga cocok buat rakyat Korsel; mr Kim, Oh Yeong Seok dan kroninya yang punya dendam pribadi; jenderal Eun dan kepala NIS, akhirnya berkomplot untuk membangun suatu sistem yang cocok dengan mereka.

Maka dibantailah semua orang pemerintahan lama, untuk diganti dengan sang presiden otoriter baru, Oh Yeong Seok. Dimulai dari pengeboman situs utama orang-orang pemerintahan; Gedung Majelis Nasional. Lalu diangkatlah Park Mu Jin yang buta politik sebagai presiden interim, sebagai pengisi kekosongan sebelum Oh Yeong Seok naik tahta. Skenario penyintasan Oh Yeong Seok, sekaligus penyerangan Park Mu Jin.

Kesimpulannya, VIP nya adalah pak Han, yang dari awal ga pernah ketemu sama kroninya yang lain. Mr Kim sebagai mediator, Lee Tae Ik atau siapalah namanya itu sebagai eksekutor, dan pelaksana lapangannya adalah Oh Yeong Seok, jenderal Eun dan direktur NIS.


Komentar

  1. teruus, yang nembak mr kim di akhir dia kabur ke luar negeri sambil telfon seseorang. itu siapa dong kira2? penasaran bgt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dia ditembak di atap bukan ya? Udah lama nntonnya, agak lupa 😅

      Hapus
  2. Bakal ada season 2 gak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak, nggak ada. Serial amriknya yg ber-season2

      Hapus

Posting Komentar

Komentar anda akan ditampilkan setelah ditinjau