Langsung ke konten utama

LAMPUNG #1; PAKSAAN!

Nggak kok, tulisan ini bukan semacam KDRT a.k.a kekerasan dalam rumah tangga hahaha.

Jadi ceritanya, temen plus eonni aku (sebut saja kamboja wkwk), malem-malem nge wa, ngajakin ikut lomba ke Lampung. Diiming-imingi kata Lampung, yang belum pernah tak sambangi lagi setelah sekiaaaaaan tahun, aku ketik aja "Oke, aku ikut. Kapan brngkatnya, kak?"

"Besok pagi, habis shubuh. Soalnya ditunggu dhuhur di Merak."

What?
"Kamu g bisa batalin lho ya, aku udah ngasih nama kamu ke panitia," Kamboja nge wa lagi. Dan dengan terpaksa, karena baju aku masih di laundry an (-_-), tapi diem-diem semangat ke Lampung, aku jawab "iyes". Kapan lagi jalan-jalan kesana. Lombanya bisa diletakkan di posisi belakang dulu haha.

Alhasil, setelah drama ngobrak-abrik lemari nyari baju lama, besok paginya kita berangkat, bertiga, tambah satu orang, sebut aja cempaka. Naik angkot jurusan Ciputat, rencana mau naek busway dari depan TipTop ke Kampung Rambutan. Baru dari Kampung Rambutan naek bus ke Merak. 

Tapi ketemu sama bapak-bapak yang bilang kalau naik busway ke Kampung Rambutan bakal macet. Beliau ngusulin kita lewat jalur lain yang lebih cepet. Nah, aku agak lupa ini tempatnya apa, kalau g salah Kebon Nanas. Kalau mau lewat jalur ini, kalian bisa tanya orang-orang daerah sini biar lebih jelasnya. Dari Kebon Nanas ini nanti ada bis yang langsung ke Merak.

Karena emang pengen cepet, kita milih alternatif yang kedua. Dan walhamdulillah, nyampe juga di Merak, dan langsung disambut dengan udara panas, terang benderang, sambil bawa tas-tas berat. Kita langsung gabung sama peserta yang lain dan berangkatlah naik kapal feri. 

Untuk biaya-biayanya, durasi-durasinya, maafkan, aku lupa. Karena ini emang perjalanan sudah beberapa bulan lalu wkwk. 

Dan pemandangan dari atas kapal ini bikin speechless. Kesiur angin, air laut yang bersih, pulau-pulau kecil, bener-bener memanjakan mata. Capek kita tadi, gerah dan lelah, alhamdulillah terbayar sama pemandangan yang nggak ada duanya. Masyallaah. Nggak kebayang kalau nanti nyampe di daerah Timur macam pulau Kei, Raja Ampat, Gili Trawangan yang katanya jernih-jernih itu pantainya. Doain bisa nyampe sana yaaa (^o^). 

Belum lagi, pas kapal mau merapat ke dermaga, ada ubur-ubur dibawah sana (ceritanya belum pernah ngeliat ubur-ubur ori wkwk), masyaallah. Dilihat dari jauh kayak cuma kertas transparan, ngambang-ngambang di permukaan laut, beda jauh sama di kartun Spongebob yang warna pink haha. Ada juga beberapa anak-anak muda, yang begitu ngeliat kapal mau merapat, mereka lompat ke laut, sambil teriak, lemparin duit, lemparin duit wkwk. Seru.

And then, setelah naik kapal, perjalanan kita dilanjutkan dengan naek mobil sewaan, masih jaaaauuh ke tempat tujuan. Kesan aku begitu masuk ke kota pertama dari selatan Sumatera ini, adalah sederhana. Mata kami yang sehari-hari melihat bangunan-bangunan beton Jakarta dan sekitarnya, sekarang dimanjakan dengan rumah-rumah warga yang sederhana, sawah yang terbentang luas, dan jalanan yang lebih panjaaaang. Malam itu kami diniatkan menginap di rumah salah satu penyedia, kurang lebih sekitar enam jam dari pelabuhan Bakauheni. Masyaallah..enam jam itu bolak-balik Surabaya-Pamekasan kalau g macet. 

Di tengah perjalanan, kami sempat makan di salah satu rumah makan Padang. Dan setelah sampai di penginapan pun, walhamdulillah disuruh makan lagi wkwk. Model-model makanan di daerah sini lucu. Ada terong bulat kecil, dimakan dengan sambal terasi. Lalu nasi yang dicampur dengan butir-butir singkong. 

Malam itu, kami berhasil tidur dengan perut kenyang, dan nyenyak hasil lelah menempuh perjalanan yang g mudah seharian.

Komentar