Idol I mengambil premis seorang idola yang menjadi tersangka kasus pembun*han, sementara salah satu penggemar beratnya adalah pengacara handal. Dibintangi Sooyoung SNSD, Kim Jae Young dan sederet aktor lainnya, Idol I memadukan nuansa romantis, melodrama dan misteri yang menjadikannya cukup unik.
REVIEW
Kalau drama bertema idol lainnya bernuansa sangat ceria, Idol I sejak 4 episode pertama justru ngajak-ngajak kita nangis.
1 grup band yang berjuang mewujudkan cita-cita penyanyi dari remaja, di tengah konflik yang hampir meretakkan ikatan mereka, tiba-tiba saja salah satunya dituduh membu*uh.
Do La Ik, sang vokalis utama, lebih famous dan sering berkarir solo. Oleh para staf, ia dikenal berkepribadian buruk serta tak akur dengan member lainnya. Maka dari itu, saat ia menjadi tersangka, internet menggila. Netizen banyak menudingnya, mengatakan bahwa tuduhan itu benar.
Sementara Do La Ik, ia terpukul dan ingin menyangkal tuduhan. Sayangnya, seperti ada ingatan yang hilang dalam kepalanya soal momen-momen terakhir mereka. Ia hanya bisa yakin pada rasa sayangnya, bahwa segalak apapun, dia takkan tega menghabisi nyawa kawan karibnya.
Do La Ik akhirnya dibantu oleh Pengacara Maeng Se Na saat semua pengacara lepas tangan. Mereka bilang, keberadaan Do La Ik sepanjang malam di TKP adalah bukti tak langsung yang sangat kuat untuk disangkal.
Keduanya lantas bekerja sama membuktikan Do La Ik tak bersalah, yang membuka lapis demi lapis fakta. Dan dalam perjalanannya, kita disajikan perjuangan Do La Ik dan Golden Boys, backstory para karakternya terutama Maeng Se Na, yang bisa saya wakili dengat satu kata: heartwarming.
Idol I kadang ngajak-ngajak nangis sesenggukan, kadang menyakitkan, kadang membahagiakan. Perasaan positif dan negatif yang muncul bergantian, namun ia seakan tetap merengkuh dengan hangat.
IDOL JUGA MANUSIA BIASA
Sekian drama bertema idol yang saya tonton, seperti Shooting Stars, rata-rata punya pesan serupa: oppa dan unnie itu, mereka manusia biasa seperti para penggemar.
Mereka bisa jadi punya trauma, bisa sedih, senang, tersinggung, dan nggak melulu dapat tersenyum lebar seperti saat konser, fanmeeting, fan signing dan lain-lain. Di luar pekerjaan, mereka juga butuh istirahat. Jadi, sebagai penggemar, kita seharusnya menikmati karya, bukan ikut campur akan kehidupan pribadinya.
Di Idol I, Do La Ik tertekan oleh tuntutan untuk selalu tampil sempurna. Rahasia umum aturan agensi-agensi idol di Korea. Mereka harus rupawan, fisik ideal, selalu ramah, tanpa cela bak dewa. Saking lama hidup dalam "image" idola, Do La Ik sampai lupa, identitasnya yang asli tanpa embel-embel "penyanyi" maupun "Golden Boys".
Belum lagi gangguan dari sasaeng mengerikan yang masuk ke apartemen dengan dalih "penasaran". Begitu La Ik marah besar karena privasinya terganggu, media justru memplintir fakta, padahal La Ik hanya membela diri. Sialnya, karena aturan tampil sempurna, agensi marah-marahnya ke La Ik lagi. Bilang La Ik harus minta maaf sebab mengatai sasaeng itu.
Stres ya? Kpopers di seluruh belahan dunia sudah sangat paham kelakuan oknum-oknum keterlaluan ini. Mirisnya, fakta di lapangan ada yang lebih parah.
Untuk mereka, kita harus mengutip Maeng Se Na, "menjadi penggemar bukan berarti kalian boleh seenaknya. Mencintai idola bukan memantaunya dari dekat sampai menguntit privasi, melainkan melihat jalan yang dia ambil dari jauh, mendukungnya dan mendoakan kebahagiaannya dengan segenap hati."
Kutipan blak-blakan tapi menyentuh, terlebih diucapkan oleh Sooyoung dalam bingkai Se Na.
Selain masalah diatas, hubungan La Ik dengan sang ibu juga buruk. Hubungan cintanya pun kandas. Intinya, dia berjuang sangat keras dari usia muda. Namun meski dengan semua tekanan itu, dia tak punya tempat cerita. Ke psikiater dan minum anti-depresan pun diam-diam jangan sampai manajernya tahu. Ditambah, status tersangka pembunuhan.
Duh, nggak koit aja udah alhamdulillah La Ik ini.
Makanya, dia sangat bersyukur Se Na mau jadi pengacaranya, tanpa tahu Se Na adalah fans berat. Se Na sendiri mengambil kasus La Ik atas pandangan hukum, bukan sebagai Goldie (fandom Gold Boys). Menurut Se Na, banyak yang ganjil dari kasus La Ik. Jadi, Se Na dari awal nggak bilang sama La Ik kalau dia fans, keep rahasia rapat-rapat, sebab dia sendiri berkata, "aku akan lepas tangan kalau profesionalismeku sebagai pengacara bias oleh POV penggemar."
Se Na bahkan menurunkan semua poster, PC, koleksi albumnya Golden Boys+La Ik yang bejibun di kamarnya itu! 😂😂
MUSIC IS A HEALER
Jujur saya kagum dengan Se Na.
Seperti La Ik, Se Na juga berjuang sendiri sejak belia sampai jadi pengacara hebat. Ayahnya adalah korban salah tuduh suatu kasus, menyebabkan keluarganya hancur, yang menjadi alasan Se Na menempuh jalan pengacara. Sebenarnya, Se Na pun awal bertemu La Ik akibat hal tersebut.
Saat itu, Se Na sudah menjejakkan kaki di tepi sungai berniat melompat, lantas tiba-tiba ada siswa berseragam yang berdiri di sampingnya dan bernyanyi sambil memetik gitar. Se Na terhibur atas lagunya, mengingat siswa tersebut dalam-dalam, sebab ia jadi motivasi Se Na untuk hidup.
Lalu suatu hari Golden Boys debut, dan Se Na melihat wajah siswa itu sebagai salah satu anggotanya. Sejak itulah, dia mendukung penuh La Ik dan Golden Boys.
Setelah seharian berkutat dengan skin pengacara, dia akan ganti baju nyaman lantas fangirling sepuasnya sendirian di rumah. Pokoknya, setelah jam kerja, kalau ada jadwal Golden Boys, nggak boleh dilewatkan! 😂
Kpopers dan Kdramaers sangat relate! Hahaha!😂🥰
PENUTUP
Kehangatan yang dirasakan Se Na dari musik, juga dapat dirasakan penonton. Lagu-lagu Golden Boys sangat easy listening. Terlebih, setelah 12 episode kita diajak nangis, ketawa, blushing, muter-muter menduga-duga dan mencurigai semua orang sebagai sang pelaku, Idol I menghadiahi penonton: KONSER GOLD BOYS!
WOAHH!
Sangat impresif. Ini konser idol terniat di drama!
Dari lokasi, drone view, outfit Golden Boys, pernak pernik fans, fanchant, monolog Se Na, dan...
VOKAL JAE YOUNG! 🙀
AMPUN, KEREN GILA PEMIRSAA! 💥😭
3 menit full mereka tampil, 3 menit full saya nggak skip maupun percepat adegan ini. Mau sekian menit pun saya jabanin! 😍
Memabukkan. Menghibur. Memeluk dengan hangat di ujung 12 episode. Hati saya meletup-letup puas. Beneran kayak Goldie yang diberi hadiah setelah melalui kasus idola mereka! 😍
Terlepas dari penyelesaian konfliknya yang melar menuju akhir (seolah ditumpuk di episode 12 semua), Idol I sangat layak dinikmati. Selain konser, desain intro utama drama ini juga patut dipuja. Estetik, unik, tiap episode dibuka dengan sinematografi judul yang eye catching.
Dan fun fact, kalau diperhatikan, Idol I sebagai judul drama, kalau diotak-atik, punya permainan kata dengan nama lead characternya, Do La Ik. Tim produksi ngasih clue di epilog episode 12. Dan kata netizen, Do La Ik juga merujuk ke bakor, "Do Ra I" (gila). Kalau benar, ya pantes awal-awal episode La Ik itu emang gila. Hahahaha.
Jjang!
Zey's Review: 4/5
Komentar
Posting Komentar
Komentar anda akan ditampilkan setelah ditinjau