Beranda

Langsung ke konten utama

Review BEYOND EVIL (2021); Memborong Tujuh Nominasi Penghargaan


"I'll become a monster, grab the suspect in my arms, then drop down into a pit of fire from the highest place." 
(Han Joo Won)

Yorobun, sambutlah drama pemegang 7 nominasi di 57 th Baeksang Award tahun ini, Beyond Evil. Dari kategori best actor (Lee Dong Shik), supporting actor (Park Jung Je), new actress (Yoo Jae Yi), sampai drama, sutradara dan naskah terbaik. 

Update: Drama ini memenangkan tiga dari tujuh nominasi, yakni best actor, best drama, dan best screenplay (naskah). Paling banyak memborong piala di kelompok drama/TV👏👏

CAST
Lee Dong Shik (Shin Ha Kyun). Asisten Inspektur Polsek Manyang yang dijuluki si gila. Tingkahnya memang kadang tak terbaca dan seringkali bertindak sesuai dengan yang dia yakini tanpa peduli interupsi orang lain.
 
Kiri: Joo Won. Kanan: Dong Shik

Han Joo Won (Yeo Jin Goo). Inspektur dari Kepolisian Metropolitan Seoul yang meminta mutasi ke Polsek Manyang untuk menyelidiki suatu kasus. Dingin, lugas, terampil. Ayahnya adalah bakal calon terkuat untuk kursi pimpinan tertinggi Kepolisian. 


SINOPSIS
Dong Shik merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya, Yu Yeon, adalah gadis belia cerdas yang berhasil masuk kampus ternama. Oleh para tetangga, Dong Shik seringkali dibanding-bandingkan dengan Yu Yeon. Dong Shik kerjaannya cuma main gitar aja, mana nyeleneh pula tingkahnya.

Sampai suatu malam, Yu Yeon hilang. Kesepuluh potongan jarinya 'diantarkan' kembali ke keluarga esok pagi, sedangkan jasadnya tak ditemukan. Bersamaan dengan itu, Bang Ju Seon, perempuan pengelola kafe di Manyang, ditemukan tewas di padang alang-alang. Dong Shik lantas dituduh sebagai terduga pelaku karena pemetik gitar miliknya ditemukan di TKP. 

Lee Do Hyun as young Dong Shik

Sejak saat itu, hidup keluarga Dong Shik dan penduduk Manyang berubah. Orangtua Dong Shik depresi, proyek pembangunan Manyang mengalami kemunduran karena kasus tersebut, Yu Yeon juga belum ditemukan hingga 20 tahun berlalu. Hingga kemudian, pembunuhan dengan pola yang sama kembali terulang di tahun 2020.

Dong Shik (yang kini berprofesi sebagai polisi), Joo Won, petugas kepolisian Manyang dan Munju akhirnya mulai menyelidiki kembali kasus tak terpecahkan tersebut. Mencari psikopat yang bertahun-tahun tak tertangkap, sekaligus mencari titik terang keberadaan Yu Yeon.

Si om mirip Sherlock di adegan ini


REVIEW
Kalau saja nominasi best actor bisa lebih dari satu, aku ingin Yeo Jin Goo juga dinominasikan satu paket bareng om Ha Kyun. Jadi dari Beyond Evil diwakili sekaligus oleh duo lead ini. 

Capek, men. Capek banget bilang akting mereka berdua itu cakep parah. Saking sepanjang 16 episode berakting tanpa cela, baik personal ataupun chemistry-nya. 

Salah satu akting terbaik Jin Goo a/ di scene ini. Joo Won mixed feeling was drawed so perfectly. Dari gestur tubuh, wajah sampai mata. Kayaknya doi juga lama betul berdiri di bawah hujan, sampai merah banget matanya :(

Sebetulnya saat jajaran pemerannya dirilis, aku sempat ragu sama perpaduan leadnya. Secara gap umur mereka jauh banget. 

Tapi setelah nonton dan tahu kalau Beyond Evil adalah permainan psikologis yang seringkali menampilkan konflik emosi sang tokoh hanya lewat gestur wajah, aku nggak bisa membayangkan kalau bukan mereka berdua yang jadi lead-nya! 

Baik om Ha Kyun atau Jin Goo sangat luwes memainkan peran masing-masing. Nothing to say anymore, silahkan buktikan sendiri :D

That versatile acting's aura 

Uniknya, selain duet sang pemeran utama, drama ini juga memukau oleh akting para pemeran pendukung yang diberi screentime dan peran secara proporsional. Oh Ji Hwa, Do Hae Won, bahkan rekan polisi dan penduduk Manyang, semuanya berakting dengan bagus. 

Kita ambil contoh Choi Dae Hoon, nominee best supporting actor lewat perannya sebagai Park Jung Je; sahabat Dong Shik sekaligus anak tunggal calon walikota yang punya pengalaman traumatis. Dia sering menggambar sketsa seekor rusa. Konon menurutnya, dulu dia membunuh rusa itu, tapi lupa kejadian persisnya. 


Akting traumatisnya mumpuni. Caranya menampilkan perasaan seseorang yang putus asa dengan dirinya sendiri, hingga kesedihan dan kemarahan pada sang ibu, dia tampilkan dengan begitu pedih, membuat kita juga simpati. 

Dia bahkan mirip betul dengan versi mudanya. Bukan hanya wajah, tapi hingga gaya bicara dan intonasi suaranya juga persis. Big applause for his young version's actor, too.

Choi Seung Un yang dinominasikan sebagai aktris pendatang terbaik lewat scene stealer Yoo Jae Yi; gadis manis pengelola toko daging Manyang yang tanpa putus asa mencari ibunya yang hilang. Sang ibu diduga menjadi salah satu korban pembunuhan potongan jari. 

Doi termasuk aktris rookie, tapi berhasil mewakilkan rasa kesepian dan kerinduan akan sang ibu dengan apik. Menunggu berpuluh tahun sambil meneruskan usaha toko daging, membuatnya murka ketika Ju Won dengan dingin memerintahkan penggeledahan untuk memeriksa darah di pisau yang--padahal--biasa dia gunakan untuk menjagal. 

And i can say, momen dia melempari Ju Won dan mobil mahalnya dengan telur padahal Ju Won gila kebersihan itu betulan masterpiece. Mewakilkan penonton yang juga sebal. Biar lumer dikit tuh sifat congkaknya hahahaha.
 
Para polisi Polsek Manyang

Nah, akting cakep para pemeran Beyond Evil itu disokong oleh perpaduan naskah dan penyutradaraan. Plotnya rapi, dialognya cerdas nan penuh kejutan. Ketika nonton aku seperti dibawa untuk penasaran, kalimat apa yang akan diucapkan si tokoh. Dan memang nggak bisa diprediksi :D

Sisi thriller nya mantap, bahkan sejak episode pertama. Tone gelap macam drama OCN, potongan-potongan jari. Kemudian kita akan diajak membayangkan proses kematian salah satu korban yang jarinya dipotong dan dibenamkan hidup-hidup dalam gentong berisi air. Belum lagi tempat Yu Yeon dikubur dan kronologi kematiannya. 

Mengerikan sekaligus menyedihkan. Combo akting, dialog, penyutradaraan hingga bgmnya yang mirip film-film klasik membuat adegan-adegan itu tersaji seperti paradoks yang sempurna. 

Bagaimana Lee Dong Shik nggak gila kalau kejadiannya melampaui batas kewarasan manusia? 

Lee Chang Jin; komedian merangkap CEO :)

Satu hal yang mungkin bakal membuatmu bosan adalah sisi melodramanya (yes, aku menyebut drama ini dengan melo versi thriller 😂). 

Hampir separuh episode awal, kita diajak mengikuti perkenalan panjang kehidupan Manyang dan silat lidah Ju Won-Dong Shik yang bisa banget mbikin capek. Selain itu, terkadang dialognya nggak eksplisit, butuh diulang dan diraba-raba dulu untuk paham. 

Oh Ji Hwa. Akting marahnya di episode-episode terakhir cakep sekali.

Tapi kalau kamu menyukai genre thriller, misteri atau detektif begini, rasanya bakalan sabar-sabar saja dibawa chakka-nim meragukan Dong Shik di episode-episode awal yang terasa panjang itu. 

Sebenarnya dia pelakunya atau bukan, sih?  Sifat nyelenehnya Dong Shik tuh cuma topeng nggak, ya? Duh, tapi dia baik banget sama tetangga, kan katanya psikopat nggak punya emosi? 

Pertanyaan-pertanyaan yang akan terus kamu pertanyakan sebelum kejadian sebenarnya diungkap. 

Sejak kapan ini anak gedenya jadi ganteng begini

Akhir kata, aku cuma bisa bilang, kalau Beyond Evil pantas sekali dilabeli dengan tujuh nominasi itu. One of most to be watched k-drama this year!


DRAMA'S CORNER

Drama: Beyond Evil / Monster (literal title)

Revised romanization: Gwemul

Hangul: ê´´ë¬¼

Director: Sim Na-Yeon

Writer: Kim Soo-Jin

Network: JTBC

Episodes: 16

Genre: Drama Prosedural, Thriller-Psikologi

Release Date: February 19 - April 10, 2021

Runtime: Friday & Saturday 23:00

Streaming: VIU

Zey’s Review: 4.5/5




















Komentar