Langsung ke konten utama

Ulasan Novel KIM JI YEONG LAHIR TAHUN 1982



Kim Ji Yeong, Lahir Tahun 1982  adalah novel sensasional dari Korea Selatan yang ramai dibicarakan di seluruh dunia. Kisah kehidupan seorang wanita muda yang terlahir di akhir abad ke-20 ini membangkitkan pertanyaan-pertanyaan tentang praktik misoginis dan penindasan institusional yang relevan bagi kita semua. (GPU) 

Kira-kira begitulah kalimat ulasan/promosi (?) yang tertera di sampul belakang novel. Ajakan sekaligus klaim yang sepertinya sukses menjual buku ini. Buktinya, sekarang saja sudah masuk cetakan ke-6 👏👏

Baca juga: 3 Novel Dan Brown yang Bisa Kamu Baca Gratis!

BLURB

Kim Ji Yeong adalah anak perempuan yang terlahir dalam keluarga yang mengharapkan anak laki-laki, yang menjadi bulan-bulanan para guru pria di sekolah, dan yang disalahkan ayahnya ketika ia diganggu anak laki-laki dalam perjalanan pulang dari sekolah di malam hari. 

Kim Ji Yeong adalah mahasiswi yang tidak pernah direkomendasikan dosen untuk pekerjaan magang di perusahaan ternama, karyawan teladan yang tidak pernah mendapat promosi, dan istri yang melepaskan karir serta kebebasannya demi mengasuh anak.

Kim Ji Yeong mulai bertingkah aneh.

Kim Ji Yeong mulai mengalami depresi.

Kim Ji Yeong adalah sosok manusia yang memiliki jati dirinya sendiri.

Namun, Kim Ji Yeong adalah bagian dari semua perempuan di dunia.

Baca juga: Review Film Kim Ji Yeong Born 1982

REVIEW

Setelah menonton filmnya yang apik dimainkan oleh Jung Yu Mi, aku jadi penasaran. Sebetulnya isi novel aslinya se-sensasional apa sih, sampai beberapa artis perempuan yang hanya membaca, memuji, membicarakan novel ini sampai diprotes sama fanboy nya. 

Dan rupanya, Cho Nam Joo memang lugas 'mengkritisi' patriarki--yang katanya sangat kental di KorSel. Dia menyelipkan kritiknya dalam cerita dan dialog para tokoh. 

Seperti penggambaran cerita kating perempuan Ji Yeong yang cerdas dan berpengalaman, tapi kampusnya justru lebih banyak merekomendasikan mahasiswa pria ke perusahaan-perusahaan. Setelah berusaha mencari tahu alasannya ke dospem dan dekan, ternyata jawaban dekannya begini, 

"Perusahaan akan merasa terbebani apabila seorang wanita terlalu pintar. Coba lihat sekarang, apakah kau tahu betapa mengintimidasinya dirimu?" (hlm. 95) 

Terasa familiar, ya? Sedikitnya, sebagai perempuan pasti pernah mendengar satu kali dalam hidup. Ngapain sih perempuan sekolah tinggi, lha wong nanti pada akhirnya ngurus rumah juga. Ntar nggak ada cowok yang mau lho. 

Pedih. 

Selain menyisipkan kritik dalam cerita, Cho Nam Joo juga melengkapi tulisannya dengan data-data faktual dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal dan berita. Jadi membaca buku ini terasa seperti membaca hasil penelitian, tapi dikemas dalam bentuk novel.

Senada dengan itu, storytellingnya pun tampak seperti biografi tokoh. Kehidupan Kim Ji Yeong dan orang-orang di sekitarnya banyak digambarkan dalam bentuk narasi panjang. Padat, tegas, tapi mengalir. Dialog antar karakternya tampak disajikan jika ada percakapan yang penting saja. Satu sisi mungkin bisa kamu nikmati dengan cepat, tapi juga bisa jadi membosankan bagi sebagian orang.

Faktor di atas juga yang mungkin membuat novel ini terhitung tidak tebal. Hanya seperti buku-buku motivasi non-fiksi, jadi bisa dinikmati dalam waktu singkat di jeda waktu sibukmu. 

Masih soal fisik, aku suka banget sama sampulnya. Sederhana dengan ilustrasi yang tampak seperti lukisan abstrak, tapi sekaligus indah. Tampak instagramable sekali. 

Dan kisah Kim Ji Yeong, serta para tokoh perempuan di novel ini terasa nyata. Seperti yang kubilang di review filmnya, kita seakan berkaca pada realitas sebagian besar budaya Asia. Ah, mungkin di berbagai belahan dunia lain juga, ya. 

Sebagai perempuan, aku tahu emosi-emosi yang dirasakan tokohnya. Aku paham perasaan ibu Ji Yeong yang mengalah pada mimpinya. Aku mengerti kebimbangan kakak perempuan Ji Yeong, memilih pekerjaan impian atau pilihan orangtua. 

Singkatnya, benar kata Kim Go Yeon-ju--sarjana Kajian Perempuan--dalam penutup novel ini. 

Kim Ji Yeong adalah milik kita semua. Kim Ji Yeong yang harus berani bersuara adalah kita. 

Sebab, kita semua adalah Kim Ji Yeong.

BOOK'S CORNER

Judul: Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982

Penulis: Cho Nam Joo

Alih Bahasa: Iingliana

Tahun terbit: Juli 2020

Cetakan: Ke-6

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman: 192 




Komentar