Langsung ke konten utama

Review #ALIVE (2020); Bertahan Hidup dari Serangan Zombie


Di tengah antusias penggemar Train to Busan menunggu sekuel keduanya tayang, Alive hadir lebih dulu dengan mengusung tema yang kurang lebih sama. Rilis di akhir Juni, Alive berhasil meraup satu juta penonton, kurang dari seminggu sejak pertama naik layar. Membuatnya menjadi film terlaris pasca pandemi covid-19 di KorSel. 

Naskah Alive sendiri diadaptasi dari Alone karya Matt Naylor, film bertema senada namun belum dirilis. Naylor juga turut andil dalam penulisan naskah Alive bersama Jo Il Hyeong. Dalam proses produksinya pula, Perspective Pictures dan ZIP Cinema bergabung dengan Lotte Entertainment mendistribusikan film ini. 


PLOT
Oh Joon Woo (Yoo Ah In) adalah gamer. Suatu hari saat bermain game, rekannya memberitahu tentang kekacauan yang sedang disiarkan di televisi. Joon Woo penasaran, dan segera beranjak mencari tahu. Rupanya bukan hanya di media, namun keadaan di luar apartemennya sudah chaos. 

Orang-orang ribut berkeliaran menyelamatkan diri, entah dari apa. Joon Woo memperhatikan dari balkon apartemen, dan menangkap pemandangan mengerikan. Beberapa orang secara sadis menyerang sesamanya. Seorang anak yang menggigit ibunya sendiri hingga lemas. 


Rupanya telah tersebar wabah yang mengubah penderitanya menjadi zombie. Pemerintah melarang warga untuk tidak beranjak sedikitpun dari rumah. Joon Woo yang sebelumnya hanya pemuda biasa, dan tiba-tiba mengalami peristiwa mengerikan, dipaksa untuk survive dari kepungan zombie. Tanpa sinyal berarti, sedikit bekal makanan, tanpa teman atau keluarga yang menemani.

Di satu titik, ia nyaris putus asa. Tapi Kim Yu Bin (Park Shin Hye), gadis dari apartemen seberang, hadir dan menemaninya. Mereka berdua kemudian bekerjasama mencari cara untuk selamat dari zombie yang siap menyerang kapan saja. 


REVIEW
Sweet Home. Exit. Alive.

Pertama baca sinopsisnya, aku teringat webtoon Sweet Home yang kabarnya diadaptasi menjadi drama. Ide ceritanya sedikit mirip; seorang maniak komputer, berusaha menyelamatkan diri dari wabah mematikan. 

Bedanya, jika di Sweet Home adalah monster, di Alive sang tokoh utama harus berhadapan dengan zombie. 

Karakteristik zombie di Alive dikatakan hampir mirip dengan manusia. Bisa melihat dan peka terhadap suara. Setelah digigit oleh zombie lainnya, dalam beberapa menit matanya akan memerah dan menjadi zombie selanjutnya. Untuk menambah kesan 'seram', chakka-nim membuat para zombie ini sebagai kanibal. Jika lapar, mereka bisa mengoyak dan memakan daging manusia atau zombie lainnya. 

Ewwww. 
Untung nontonnya setelah makan. Kalau nggak, udah nggak selera kayaknya. 


Jujur saja, aku dilanda bosan di hampir separuh durasi film. Entah beberapa scene terlalu 'drama', atau efek mendalam Train to Busan yang nggak menyisakan ruang untuk bernapas. Alive masih bisa membuat kita menata detak jantung sejenak dengan interaksi menggemaskan Joon Woo-Yoo Bin. 

Akting Yoo Ah In jempol sekaliii. Salah satu scene doi putus asa itu menurutku supeerrbb. 

Nggak perlu bilang kalau doi udah capek banget, kita tahu dari ekspresinya bahwa semua kengerian dan kemalangan yang tiba-tiba membuatnya tertekan setengah mati. Doi juga bisa tersenyum menggemaskan, seolah tidak pernah dikejar zombie. 


Lalu setelah menjadi wanita tangguh di drama Doctors, Park Shin Hye juga bermain secara apik di Alive. Meski terkadang merasa iba, Yoo Bin sang pendaki tidak segan mengayunkan benda tajam untuk menyelamatkan diri. Scene doi loncat dengan tali itu epiiccc. 

Akting dua pemeran utama di Alive inilah yang menurutku menjadi poin plus film ini. Selain sisi tegang, berdebar-debar; jangan-jangan zombie sedang menunggu di luar kamar atau di belakang Joon Woo dan Yoo Bin. Wajah close up zombie yang sering disasar kamera juga sukses bikin ewwww. 


Akhir kata, teror zombie di Alive menegangkan, meski tidak se'wah' yang digadang-gadang di trailernya. Dari judulnya dan cuplikan tulisan di akhir film, Alive sepertinya lebih ditujukan untuk mengirimkan pesan. Bahwa sesulit apapun keadaan, bagi kita masih ada harapan. 

Pesan yang sangat tepat, di tengah pandemi yang mengubah hidup secara drastis. 

P.S: Ah tentang Exit. Ada salah satu adegan menjelang ending di Alive yang mengingatkanku pada film itu. Jadi menonton Alive seperti menikmati perpaduan Sweet Home, Exit, serta 'warna' Alive sendiri. :)


FILM'S CORNER

Movie: #Alive

Revised romanization: #Salaidda

Hangul: #살아있다

Director: Jo Il-Hyeong

Writer: Matt Naylor, Jo Il-Hyeong

Release Date: June 24, 2020

Distributor: Lotte Cultureworks

IMDb: 6.1/10






Komentar

  1. Ga nyinggung masalah plot hole nih, wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak. Biar reviewer laen aja deh yg bahas 😂

      Hapus

Posting Komentar

Komentar anda akan ditampilkan setelah ditinjau