Langsung ke konten utama

THE DIVINE FURY; Film Genre Horor Rasa Keluarga


Setelah sukses dengan Midnight Runners dua tahun lalu, penulis naskah serta sutradara Kim Joo Hwan kembali melirik Park Seo Joon untuk membintangi proyek film terbarunya yang bergenre horor, The Divine Fury. Plot kisahnya terinspirasi dari perjalanan pribadinya ke Prancis saat melihat patung malaikat melawan iblis. 

Selain menggandeng Park Seo Joon, The Divine Fury juga mencatut aktor veteran sebagai pemeran utama, Ahn Sung Ki. Serta aktor ganteng, Woo Do Hwan sebagai pemeran antagonis. Dan Choi Woo Shik yang sebelumnya sukses besar melalui film fenomenal Parasite.

Baca juga: Review Extreme Job; Film Komedi Tersukses 2019

PLOT
Sejak kecil, Park Yoong Hoo (Park Seo Joon) diajarkan untuk berbuat baik dan percaya sepenuhnya pada Tuhan. Ayahnya rutin mengajak Yoong Ho beribadah ke gereja, dan menanamkan butir-butir keimanan di hatinya. Hingga suatu hari, ayahnya yang berprofesi sebagai polisi mengalami kecelakaan dan dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Yoong Ho kecil memutuskan pergi ke gereja dan berdoa sungguh-sungguh untuk kesembuhan sang ayah. Tapi ayahnya kemudian meninggal dan Yoong Ho tidak mau memercayai Tuhan lagi karena Dia justru mengambil nyawa sang ayah meski ia telah tulus meminta.

20 tahun berlalu dan Yoong Ho kini berprofesi sebagai petinju profesional. Setelah pertarungan terakhirnya itu, hal-hal aneh mengganggu. Ia selalu mendengar suara-suara yang menyuruhnya untuk balas dendam atas kematian sang ayah. Lalu luka berupa titik-titik kecil di telapak tangannya yang tiap malam terasa sakit dan mengucurkan darah setelah ia bermimpi seram. 

Setelah beberapa kali dibujuk oleh manajernya, bahwa kejadian yang menimpa Yoong Ho tidak bisa dideteksi oleh perangkat ilmiah, ia akhirnya menurut. Menemui keponakan perempuan manajernya yang dulu mengalami hal serupa. Gadis yang berprofesi sebagai dukun itu menyarankan Yoong Ho untuk pergi ke gereja di dekat rumahnya, dimana nantinya akan ada orang yang bisa membantu dan menjawab kegelisahan Yoong Ho. 

Disanalah Yoong Ho bertemu dengan pendeta An (Ahn Sung Ki), seorang pastor dari Vatikan yang sedang melaksanakan tugas di Korea Selatan. Sejak pertemuannya dengan pendeta paruh baya itu, Yoong Ho dipaksa menyelami keimanannya lagi, untuk bersiap mengalahkan Ji Shin (Woo Do Hwan), penyembah iblis yang menjadi asal muasal dari seluruh peristiwa gaib yang terjadi. 
REVIEW
Jangan makan ya kalo lagi nonton ini :D
Scene horonya ga begitu banyak sebenarnya, cuma banyak banget adegan-adegan yang bikin mual. Seperti saat pastor An menyembuhkan pasien yang katakanlah kesurupan, bareng pendeta Choi (Choi Woo Shik). Kalo pasiennya udah sembuh dan iblisnya udah pergi, dia bakal muntah darah banyak banget. Iuuuhh..

Sebelum mulai nonton, aku berekspektasi tinggi kalau porsi horornya bakal banyak banget dan bikin jantungan, kayak Annabelle atau The Nun gitu kan. Jadi tangan udah siap siaga buat nutupin layar misalkan ada scene yang ngagetin gitu. Tapi scene-scene merindingnya hanya saat dilakukan eksorsis (pengusiran setan dengan upacara tertentu) saja. Menit-menit selebihnya diisi dengan sisi misteri, teologi, action dan family.  

Porsi teologi dan family nya menurutku yang paling dominan. Gimana prosesnya Yoong Hoo percaya sama Tuhan lagi setelah bertahun-tahun ga mau meyakini, dan nasehat-nasehat dari pastor An yang bahkan aku sebagai non-Kristen pun merasa seperti digurui. Kalau kita sudah percaya Dia lah yang memegang segala urusan, hidup kita bakal enteng saja rasanya. 

Sisi family-nya ada di scene-scene Yong Hoo dan ayahnya, yang dari menit-menit pertama udah mendominasi. Plot ceritanya mengalir syahdu sejak Yong Hoo kecil dan kehidupan bahagianya bersama sang ayah. Ada satu scene yang menurutku indah banget. Setelah pulang dari gereja, Yong Hoo nanya ke ayahnya, perihal nasehat yang disampaikan seorang pendeta saat beribadah tadi. Katanya Tuhan akan mengabulkan doa-doa selama kita meminta dengan sungguh-sungguh, lalu kenapa Tuhan dulu ga nyembuhin ibu, padahal ayah sudah berdoa seperti itu?

Lalu dengan bijak dan kebapakan, ayahnya jawab. Saat itu, ibu berdoa agar kamu tumbuh besar dan sehat, Yong Hoo. Barangkali doa ibumu lebih kuat dan sungguh-sungguh daripada doa ayah, karena itu doa ibumu yang lebih dulu Ia kabulkan. 

Dialog ini tuh berasa nyes banget. Dari hangatnya hubungan orangtua-anak, sama ngajarin kalau nantinya kita jadi orangtua, cara cerdas ngejawab pertanyaan anak tentang teologi-teologi begini. Kan kadang-kadang daya nalar anak itu luar biasa, apalagi pas soal ketuhanan dan keimanan yang bikin bingung jawabnya hahaha. 

Selain itu, scene-scene kekeluargaannya nanti ada pas Yong Hoo mulai deket sama pastor An, dimana Yong Hoo nganggep beliau seperti ayahnya sendiri. Kadang gemes, kadang terharu sama mereka berdua nih. Lebih sering saling bercanda sih kalau pastor An sama Yong Hoo, kecuali kalo lagi ngusir setan wkwkwkw. 

Poin selanjutnya yang jadi catatanku adalah Yong Hoo yang kemudian harus melawan iblis, sendirian, tanpa harus melafalkan ayat-ayat dari AlKitab seperti yang biasa dilakukan pastor An. Menurutku ini anti-tesis sama adegan-adegan eksorsis sebelumnya. Yong Hoo yang notabene 'hanya' diberi kekuatan oleh sang Kristus lewat tangannya, dibantu dengan air suci, tanpa melafalkan ayat-ayat AlKitab didakwa harus melenyapkan dedengkot turunan iblis, Ji Shin. 

Ini sudah adegan puncak, ngusir sumber dari segala sumber kejadian gaib selama ini, dan eksorsisnya dilakukan tanpa kehadiran pastor An yang lebih 'saleh' dibandingkan Yoong Hoo yang baruuu banget yakin sama Tuhan lagi. Tau kalau Yoong Hoo adalah pemeran utama, dan pastor An lagi ga bisa ikut waktu itu. Tapi aku masih ga paham sama jalan pikiran penulis naskahnya hahaha. Apaqa ritual pengusiran setannya berbeda dengan yang biasa dilakukan di lingkungan muslim, yang bersandar kuat pada ayat-ayat al-Qur`an? 

Kalo soal adegan laga, udah ga usah ditanya, mantap abiiisss. Park Seo Joon satu dua sama drama Fight for My Way-nya dia dulu, keren banget kalau lagi baku hantam. Udah bagus banget, apalagi pas di pertarungan terakhirnya ngelawan Woo Do Hwan. Puas nontonnya!

Lalu yang terakhir adalah, baik Park Seo Joon atau Woo Do Hwan ganteng pisaaaan. Atuhlah kadang pas nonton bertanya-tanya, ini ga salah genre nih filmnya, kenapa meski berantakan mereka tetep ganteng mwuahahahahahahahaha. 

FILM'S CORNER:
IMDb: 6.3/10
Fakta-fakta Menarik dari The Divine Fury: Kincir.com


Komentar