Langsung ke konten utama

TIPS MUDIK AMAN BUAT ANAK KOS

Source: Google

Merantau udah bukan hal asing mengingat kesadaran akan pendidikan kini menguat. Mencari institusi pendidikan yang terbaik nyatanya banyak menjamur di kota-kota besar. Maka kemudian para pelajar 'memaksa' dan menantang diri mereka sendiri untuk merantau, mencari ilmu di sekolah terbaik.
Dan bukan hanya soal pendidikan tentunya. Banyak juga yang kerja, mengambil kesempatan-kesempatan baru dalam hidup. Seperti kata syair, merantaulah, kau akan dapat pengganti kerabat dan kawan.
Bicara soal merantau, empat tahun terakhir aku berkesempatan mencicipi rasanya hidup di ibukota. Macet yang jadi makanan sehari-hari, kebutuhan hidup yang lebih mahal dari kota-kota lain, alhamdulillah sempat dirasa. Kangen kampung halaman itu keniscayaan, tempat kita lahir emang punya magnet kuat di dalam diri.
Setelah tugasku rampung disana, aku memutuskan pulang kampung. Bukan liburan seperti biasanya, tapi beneran bawa pulang semua barang. Dari pengalamanku kemarin, aku dapat beberapa pelajaran berharga buat kalian yang anak rantau kah, anak kos kah dst yang mau boyongan ke kampung.

Nah, ini dia.

1. Packing barang
Selama merantau barang-barang kita pasti beranak pinak. Klo ngerantaunya deket mah bisa berkala dibawa pulang, nah tapi klo jauh mau ga mau barangnya pasti tambah banyak. Dan pasti klo udah mau pulkam forever bingung mau bawanya gimana 😂  
Tipsnya, pilah pilih barang-barang yang bener-bener penting. Pisahkan yang masih kamu butuh banget dan yang mau ditinggal atau dishadaqahin. Misalkan aja kayak alat-alat makan kamu, akan lebih efektif ditinggal, atau dikasih ke adek kelas misalnya. 
Yang sudah disortir dan mau kamu bawa pulang, packing deh yang rapih. Kemarin karena bawaanku banyak, apalagi buku-buku, kan beratnya masyaallah, pulangnya naik pesawat pulak. Jadinya semua barang itu kukirim lewat pos, kecuali yang masih kubutuhin untuk beberapa hari. Kalo mau kirim via pos, dan pake kardus, pisah-pisah barangnya di beberapa boks kecil. Ini itungannya bakal lebih murah kalau dibandingkan dengan satu kardus besar, karena itungannya beda. Dan pilih yang paling lama, kira-kira 10 harian. Kasusku kemarin, malah ga nyampe 10 hari udah mendarat di rumah. 
Klo ga via pos, kata temenku bisa aja dipaket pake bis, atau travel. 

2. On the way to the airport (ini mah judul drakor 😂 )
Yihaaa..kebahagiaan anak rantau itu sederhana. Ngehirup udara seger kampung dan makan masakan ibuk yang ga pernah salah. Apalagi anak kosan yang makannya harus diirit-irit hihihi.
Di hari H, bangun dan siap-siaplah di awal waktu, agar naik kendaraannya ga telat. Biasanya klo ayahku ngomongnya gini, klo mau ke bandara itu berangkatnya beberapa jam sebelumnya, gapapa lah nunggu disana daripada telat. Tapi kan klo berangkat sendiri ga ada yang mau diajak ngomong atuuuh (alesan ini jangan ditiru haha).
Tipsnya, kalau barang-barang masih lumayan banyak tersisa, dan mau dimasukkan ke bagasi, carilah maskapai yang kuota bagasinya lumayan gede. Biasanya Lion Air atau Citilink. Garuda sih kayaknya juga iya. 
Dan siapin uang saku lebih, jaga-jaga aja barangkali bagasimu melebihi kapasitas. Ga kira-kira kalo overload begini, nambah beberapa kilo aja lumayan bos 😅 
Kalau sudah duduk manis diatas kendaraan, jangan lupa hubungi orang rumah, dan baca doa yang banyak yah 

Have fun.
Semoga bermanfaat.
Love 💕 

Komentar